Kepala Sekretariat BPP AUKTI dituntut hadir, responsif, dan terlibat langsung dalam kerja harian organisasi, khususnya dalam koordinasi dengan Ketua Umum, Sekretaris Jenderal, Badan Pengarah Harian (BPH), serta jajaran Badan Pengurus Pusat (BPP).

Menurut Ketua Umum, organisasi tidak membutuhkan figur dengan gelar akademik tinggi semata, tetapi membutuhkan sosok pekerja organisasi yang nyata, komunikatif, dan siap bekerja cepat.

“Saya tidak membutuhkan Kepala Sekretariat hanya karena titel S.H., M.H., atau doktor. Yang saya butuhkan adalah orang yang benar-benar bekerja, hadir, responsif, dan aktif,” tegas Gusti Henry.

Pengangkatan Ibu Eli sebagai Kepala Sekretariat BPP AUKTI didasarkan pada pertimbangan objektif dan kebutuhan organisasi. Ibu Eli dinilai memenuhi kriteria utama sebagai penggerak administrasi dan koordinasi organisasi karena:

Ketua Umum menegaskan bahwa pengalaman organisasi menunjukkan banyak posisi struktural tidak berjalan optimal karena diisi oleh figur yang secara jarak, komitmen, dan responsivitas tidak memadai.

“Jika seseorang hanya ingin jabatan, jarang hadir, tidak merespons komunikasi, dan tidak bekerja, maka itu bukan Kepala Sekretariat yang dibutuhkan AUKTI,” ujar Ketua Umum.

Pengangkatan Ibu Eli diharapkan menjadi penyemangat baru bagi BPP AUKTI, sekaligus penegasan bahwa AUKTI dibangun atas dasar kerja nyata, kedisiplinan, dan kehadiran aktif, bukan sekadar formalitas struktural.

“Ibu Eli sudah bertemu saya, sudah memberi banyak masukan, dan siap bekerja. Itu sebabnya beliau tepat menjadi Kepala Sekretariat BPP AUKTI,” pungkas Gusti Henry.

Tinggalkan Balasan