SIARAN PERS

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) Tegaskan Identitas Seragam: “AUKTI berdiri dengan jati dirinya sendiri—berbeda, berkarakter, dan tidak meniru siapa pun.” Bukan Pramuka, Bukan Satpam, Bukan Aparat

Jakarta — Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) menegaskan komitmennya untuk menjaga identitas, marwah, dan karakter organisasi melalui penetapan konsep seragam resmi Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) yang berbeda secara tegas dari seragam Pramuka, Satpam/Security, maupun aparat negara seperti Kepolisian dan TNI.

Penegasan ini disampaikan sebagai bagian dari upaya Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) membangun citra organisasi modern, profesional, dan berintegritas, sekaligus mencegah kesalahpahaman publik terhadap identitas dan peran strategis Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) sebagai asosiasi nasional pelaku badan usaha jasa keamanan dan Pengamanan Indonesia (BUJP), bukan organisasi kedinasan atau satuan operasional lapangan.

“Seragam Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) tidak meniru dan tidak menyerupai seragam Pramuka, Satpam, maupun Polisi. AUKTI memiliki stil, karakter, dan identitas sendiri sebagai organisasi profesional,” tegas pimpinan Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) .

Identitas Berbeda dan Berkarakter

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) menegaskan bahwa desain seragam organisasi dirancang dengan pendekatan estetika institusional, bukan seragam lapangan atau seragam tugas pengamanan. Oleh karena itu, pemilihan warna, potongan, dan atribut dilakukan secara cermat agar tidak menimbulkan asosiasi visual dengan:

Seragam Pramuka yang lazim digunakan pelajar SD, SMP, dan SMA;

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) memandang bahwa identitas visual organisasi merupakan bagian penting dari komunikasi publik, sehingga tidak boleh menimbulkan tafsir keliru ataupun anggapan bahwa Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) sedang menjalankan fungsi yang bukan kewenangannya.

Seragam Satpam/Security yang identik dengan tugas pengamanan gedung, pusat perbelanjaan, dan fasilitas publik;

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) memandang bahwa identitas visual organisasi merupakan bagian penting dari komunikasi publik, sehingga tidak boleh menimbulkan tafsir keliru ataupun anggapan bahwa Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) sedang menjalankan fungsi yang bukan kewenangannya.

Seragam Aparat Negara yang memiliki kedudukan dan fungsi hukum tersendiri.

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) memandang bahwa identitas visual organisasi merupakan bagian penting dari komunikasi publik, sehingga tidak boleh menimbulkan tafsir keliru ataupun anggapan bahwa Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) sedang menjalankan fungsi yang bukan kewenangannya.

AUKTI sebagai Asosiasi pelaku Badan Usaha jasa pengamanan dan keamanan Indonesia ( BUJP)

Sebagai asosiasi yang menaungi dan memperkuat ekosistem usaha jasa keamanan di Indonesia, Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) berperan dalam:

Dengan demikian, seragam Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) diposisikan sebagai simbol organisasi, bukan seragam operasional.

Komitmen Menjaga Marwah Organisasi

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) mengajak seluruh jajaran pengurus dan anggota di tingkat pusat maupun daerah untuk memahami dan mematuhi prinsip ini, demi menjaga kehormatan organisasi dan menghindari potensi fitnah, salah persepsi, maupun kesalahpahaman di ruang publik.

“Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) berdiri dengan jati dirinya sendiri. Berbeda, berkelas, dan berkarakter.”

Ketua Umum AUKTI

“Seragam Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) bukan seragam Pramuka, bukan seragam Satpam, dan bukan seragam aparat negara. Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) memiliki stil, karakter, dan identitas organisasi sendiri sebagai asosiasi Badan usaha jasa keamanan dan pengamanan Indonesia.”
Ketua Umum AUKTI

“Kami menegaskan bahwa Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) tidak meniru dan tidak menyerupai seragam organisasi atau institusi mana pun. Identitas visual Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) dirancang untuk mencerminkan profesionalisme, martabat, dan peran strategis asosiasi, bukan sebagai satuan operasional lapangan.”
Ketua Umum AUKTI

“Penetapan konsep seragam Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) dilakukan secara sadar dan bertanggung jawab agar tidak menimbulkan salah tafsir publik. Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) adalah asosiasi nasional, bukan Pramuka, bukan Satpam, dan bukan aparat penegak hukum.”
Ketua Umum AUKTI

“Identitas organisasi adalah cerminan nilai dan integritasnya. Oleh karena itu, seragam Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) dirancang berbeda, berkelas, dan berkarakter, sebagai simbol organisasi modern yang menjunjung profesionalisme dan etika kelembagaan.”
Ketua Umum AUKTI

Badan Hukum Persekutuan dan Perkumpulan Asosiasi usaha Keamanan Terpadu indonesia ( AUKTI ) berdiri dengan jati dirinya sendiri—berbeda, berkarakter, dan tidak meniru siapa pun.”
Ketua Umum AUKTI

🔴 PENEGASAN PRINSIP SERAGAM AUKTI

Yang paling penting dan tidak bisa ditawar:

1️⃣ Seragam AUKTI TIDAK BOLEH mirip PRAMUKA

👉 Jangan sampai AUKTI dikira lagi apel Pramuka.


2️⃣ Seragam AUKTI TIDAK BOLEH mirip SATPAM / SECURITY

👉 AUKTI bukan Satpam operasional, tapi asosiasi profesional usaha keamanan.


3️⃣ Seragam AUKTI TIDAK BOLEH mirip POLISI / TNI


🟢 PRINSIP UTAMA

SERAGAM AUKTI HARUS PUNYA STIL & KARAKTER SENDIRI

✔️ Elegan
✔️ Profesional
✔️ Berwibawa
✔️ Organisasi nasional
✔️ Tidak meniru pihak mana pun

AUKTI punya gaya sendiri, identitas sendiri, dan marwah sendiri.


🎯 ARAH DESAIN (Garis Besar)

🧪 Tentang Warna: Cream Khaki vs Khaki Muda vs Khaki Tua

📍 Cream Khaki
→ Lebih terang, nuansa hangat & lebih luas secara visual.
→ Pilihan aman untuk ruang kerja & aula.

📍 Khaki Muda
→ Netral, sedikit earthy.
→ Cocok untuk tampilan formal tapi tidak monoton.

📍 Khaki Tua
→ Lebih maskulin, lebih kontras.
→ Bagus untuk area VIP atau identitas organisasi.


🔒 “Seragam AUKTI bukan seragam Pramuka, bukan seragam Satpam, dan bukan seragam Polisi.AUKTI memiliki stil, karakter, dan identitas organisasi sendiri.”



PERBEDAAN PRINTING BATIK vs BATIK CAP / TULIS

(Dilihat dari sudut pandang ORGANISASI AUKTI)


1️⃣ BATIK PRINTING

(Dicetak mesin / digital)

Ciri Utama

Kisaran Harga Produksi

Kesan

Kelebihan untuk AUKTI

✔️ Cocok untuk organisasi nasional
✔️ Mudah standarisasi seluruh Indonesia
✔️ Harga terkendali & transparan
✔️ Tidak terlalu “tradisional”
✔️ Aman dari perbedaan kualitas antar daerah

Kekurangan

❌ Nilai seni tidak setinggi batik tulis
❌ Kurang eksklusif untuk acara VIP tertentu


2️⃣ BATIK CAP

(Pola dicap manual dengan malam)

Ciri Utama

Kisaran Harga Produksi

Kesan

Kelebihan untuk AUKTI

✔️ Cocok untuk acara resmi kenegaraan
✔️ Lebih berkelas dari printing

Kekurangan

❌ Harga mulai tinggi
❌ Sulit seragam 100% antar batch
❌ Produksi massal lebih lama


3️⃣ BATIK TULIS

(Digambar tangan, full seni)

Ciri Utama

Kisaran Harga Produksi

Kesan

Kelebihan

✔️ Cocok untuk Ketua Umum / VIP / Cinderamata khusus

Kekurangan (UNTUK SERAGAM ORGANISASI)

❌ Tidak efisien
❌ Tidak bisa distandarkan
❌ Biaya tinggi
❌ Tidak cocok untuk massal


🔴 KESIMPULAN TEGAS UNTUK AUKTI

✅ PILIHAN PALING TEPAT UNTUK SERAGAM NASIONAL AUKTI:

BATIK PRINTING (DESAIN KHUSUS AUKTI)

Alasan utama:


🎯 STRATEGI IDEAL


🧠 “Untuk kepentingan organisasi nasional, AUKTI memilih batik printing dengan desain eksklusif agar seragam, efisien, dan berkarakter. Batik cap dan tulis digunakan secara terbatas untuk acara tertentu.”


LOGIKA HARGA PRODUKSI Batik PRINTING eksklusif AUKTI vs HARGA PLAFON

Jika di toko online:

Maka harga dari konveksi (biaya produksi) PASTI DI BAWAH Rp170.000
karena harga jual online sudah mengandung:

👉 Konveksi tidak mungkin memproduksi di harga yang sama dengan harga jual eceran.


PERKIRAAN REALISTIS HARGA KONVEKSI

(Batik lengan panjang – produksi massal)

🔹 Estimasi harga produksi dari konveksi:

KomponenPerkiraan
Kain batik printingRp45.000 – 55.000
Jahit (lengan panjang)Rp25.000 – 35.000
Kancing, benang, finishingRp5.000 – 8.000
QC + packingRp3.000 – 5.000
TOTAL PRODUKSIRp80.000 – 105.000

➡️ Harga keluar konveksi wajar:
💰 Rp90.000 – Rp120.000 / pcs


KESIMPULAN LOGIS & TEGAS

✔️ Jika harga plafon online Rp170.000,
✔️ Maka harga dari konveksi pasti < Rp170.000,
✔️ Bahkan idealnya di kisaran Rp100.000 ± untuk produksi partai.

Kalau ada konveksi mengaku biaya produksinya Rp170.000,
itu tidak masuk akal secara industri.


“Harga online Rp170.000 itu sudah harga jual.
Harga produksi dari konveksi seharusnya di bawah itu.
Kami minta harga logis sesuai biaya produksi, bukan harga retail.”


CATATAN PENTING


Tinggalkan Balasan