
AUKTI Terapkan Struktur Nasional dengan 12 WAKETUM BPP AUKTI – Ketua Bidang
Jakarta — Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) menegaskan posisinya sebagai asosiasi berskala nasional dengan menerapkan struktur kepengurusan yang kuat, modern, dan terukur. Salah satu ciri utama dari struktur tersebut adalah keberadaan 12 Wakil Ketua Umum (WAKETUM) BPP AUKTI yang sekaligus menjabat sebagai Ketua Bidang (Ketub).
Struktur ini menegaskan bahwa AUKTI tidak dibangun sebagai asosiasi biasa, melainkan dipersiapkan sejak awal untuk menjangkau seluruh provinsi di Indonesia, mencakup beragam klaster industri keamanan, serta memenuhi standar kelembagaan nasional, termasuk dalam kemitraan strategis dengan pemerintah dan Kamar Dagang dan Industri (KADIN).
Berbeda dengan sebagian besar asosiasi lain yang umumnya hanya memiliki satu Wakil Ketua Umum atau bahkan hanya mengandalkan Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, AUKTI mengadopsi model organisasi nasional yang lebih komprehensif. Model ini memungkinkan setiap bidang strategis dikelola secara khusus, fokus, dan profesional.
Keberadaan 12 WAKETUM BPP AUKTI – Ketua Bidang (Ketub) menjadi keunggulan strategis tersendiri. Setiap Ketub memegang koordinasi bidang tertentu (korbid) sehingga seluruh program organisasi dapat berjalan lebih cepat, terukur, dan akuntabel. Dengan pembagian kerja yang jelas, Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) mampu menghindari penumpukan kewenangan pada satu atau dua jabatan saja, sebagaimana yang lazim terjadi pada asosiasi konvensional.
Dalam aspek tata kelola dan legitimasi, Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) juga menerapkan mekanisme yang berbeda. Penandatanganan sertifikat dan dokumen strategis organisasi tidak hanya dilakukan oleh Ketua Umum dan Sekretaris Jenderal, melainkan oleh Ketua Umum bersama Ketua Harian BPP AUKTI. Mekanisme ini memperkuat aspek kehati-hatian, kredibilitas, dan akuntabilitas organisasi.
Adapun Ketua Harian BPP AUKTI dijabat oleh Irjen Pol (Purn) Drs. Joko Mulyono, M.Si, figur nasional dengan rekam jejak panjang di institusi kepolisian dan dunia organisasi. Kehadiran beliau menjadi pembeda signifikan sekaligus memberikan nilai tambah berupa kewibawaan, pengalaman, serta jejaring nasional yang luas bagi AUKTI.
Dengan struktur dan sistem organisasi yang diadopsi tersebut, AUKTI dinilai:
- Lebih disegani oleh pemerintah, baik di tingkat pusat maupun daerah
- Lebih kuat dan kredibel untuk berperan aktif di KADIN
- Lebih siap menjalin kemitraan strategis dengan BUMN, BUMD, dan institusi nasional lainnya
Melalui pendekatan ini, AUKTI menegaskan distingsinya di antara asosiasi sejenis. Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) bukan sekadar asosiasi Badan Usaha Jasa Keamanan dan Pengamanan Indonesia ( BUJP), melainkan organisasi nasional yang dibangun dengan sistem kepemimpinan kolektif, struktur yang solid, serta legitimasi kelembagaan yang jelas dan berstandar nasional.
Analisis Struktur BPP AUKTI: Kepemimpinan Sipil dengan Dukungan Figur Strategis Nasional
Bagi kalangan yang memiliki pemahaman intelligence, kecermatan analitis, serta pengalaman membaca struktur organisasi, susunan kepengurusan BPP Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) saat ini bukanlah struktur biasa. Struktur ini dirancang dengan pendekatan strategis, matang, dan berorientasi jangka panjang.
Pada jajaran Wakil Ketua Umum (WAKETUM) dan Ketua Bidang (Ketub), Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) diisi oleh figur-figur berkapasitas tinggi, mulai dari akademisi nasional hingga perwira tinggi dan menengah kepolisian. Tercatat nama WAKETUM 1-OKPD Prof. Dr. ABDUL AZIZ, S.Ag., S,M, M.Ag . WAKETUM 4- PPK Prof. Dr. Sugianto, SH, MH figur akademisi dan intelektual nasional, serta WAKETUM 5-ITK-I4 BRIGJEN POL. PURN. DR (C) DRA. NUR AFIAH, SH, MH , WAKETUM 9-E-IJPU BRIGJEN POL. PURN. DRS. SUMIRAT, M.Si, KETUA HARIAN ( KETUA BPP AUKTI) INSPEKTUR JENDRAL POLISI (P) Drs. DJOKO MULYONO, M.Si yang menjabat sebagai Ketua Badan Pengarah Harian (KETUA BPH-BPP AUKTI) dengan latar belakang kepemimpinan strategis dan rekam jejak nasional.
Selain itu, struktur pengawasan dan pendampingan organisasi juga diperkuat oleh unsur perwira tinggi dan perwira menengah Polri, termasuk figur berpangkat bintang dua (Irjen Pol), bintang satu (Brigjen Pol), serta sejumlah Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) KETUA DEWAN PENGAWAS (PANWAS) KOMISARIS BESAR POLISI (P) DRS.H.JURIDIS DARWYS.,MM, KETUA / DIREKTUR BANKUM & LAW FIRM AUKTI NASIONAL KOMISARIS BESAR POLISI (P) ADV. DR. H. YUSUF SETYADI, AMd, SH, SStMk, MM, M.Hum. WAKETUM 7-HLNDK KOMISARIS BESAR POLISI (P). Ir. Agung Suandika, MM , WAKETUM 11-PDP-AU KOMISARIS BESAR POLISI (P) Ir. Monto Kristo, S.St.Mk., MM , KOMISARIS BESAR POLISI (P).Djoko Marjatno, SE., Sstmk., SH yang menempati posisi strategis sebagai penasihat, pengawas, maupun pengarah kebijakan.
Menariknya, di tengah kuatnya unsur struktural tersebut, posisi Ketua Umum BPP Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) justru dipegang oleh figur sipil GUSTI HENRY ( PANGERAN WIRAKUSUMA VI TRAH SULTAN WIRAKUSUMA II ALWATSIQUBILAH KESUTANAN BANJAR KALSEL). Bagi pengamat organisasi dan kalangan yang memahami pola kepemimpinan nasional, konfigurasi ini bukan kebetulan, melainkan skenario kelembagaan yang terukur. Peran sipil di pucuk pimpinan didukung secara solid oleh struktur yang sarat pengalaman birokrasi, keamanan, dan tata kelola negara.
Bagi pihak yang mampu membaca arah organisasi, struktur ini memberikan sinyal kuat bahwa Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) dibangun dengan fondasi kepemimpinan berlapis. Jika pada level Wakil Ketua Umum, Ketua Badan Pengarah Harian (KETUA BPH-BPP AUKTI) , Badan Pengarah, hingga Pengawas telah diisi oleh figur-figur dengan latar belakang kepangkatan tinggi dan pengalaman nasional, maka secara logika kelembagaan, pucuk kepemimpinan AUKTI dipersiapkan untuk berada pada level yang lebih tinggi lagi.
Dalam konteks Muktamar Pemilihan Ketua Umum ( KETUM ) BPP AUKTI yang direncanakan pada 11-3 Juli 2026, para analis organisasi menilai bahwa arah kepemimpinan Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) sudah mulai terbaca sejak sekarang. Struktur yang dihuni oleh figur berpangkat setara jenderal bintang dua, bintang satu, dan Komisaris Besar, menunjukkan bahwa Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) sedang menyiapkan organisasi dengan standar kepemimpinan nasional tertinggi.
Hal ini menegaskan bahwa Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) tidak dibangun secara reaktif, melainkan melalui perencanaan strategis jangka panjang, dengan mempertimbangkan legitimasi, kewibawaan, dan daya tawar nasional. Bagi kalangan yang memiliki kepekaan intelligence, pesan ini terbaca jelas: Asosiasi Usaha Keamanan Terpadu Indonesia (AUKTI) sedang mempersiapkan diri sebagai asosiasi nasional dengan kepemimpinan kelas negara.